Jakarta - Gelar juara dunia kelas bulu versi badan tinju WBA yang sudah didapat Chris John sejak lima tahun lalu hilang tanpa melalui pertarungan. WBA mencopot gelar milik petinju kebanggaan Indonesia itu.
Kabar soal hilangnya gelar juara dunia kelas bulu WBA milik Chris John datang dari Tourino Tidar. Pencopotan tersebut dilakukan menyusul batalnya acara timbang badan yang berbuntut tertundanya laga menghadapi Jackson Asiku.
"Gelar dipastikan vacant tapi pertemuan yang sampai jam delapan tadi belum final, karena besok saya masih akan membicarakan ini dengan WBA," ungkap Tourino Tidar.
Upaya untuk mempertahankan gelar Chris John sudah dilakukan Tourino Tidar yang melakukan pembicaraan dengan supervisor pertandingan dari WBA, Allan Kim. Namun setelah dua jam berlalu, upaya tersebut tak membuahkan hasil positif.
Meski begitu, Tourino Tidar menyebut kalau gelar milik Chris John masih berpeluang kembali. Besok dia berencana kembali melakukan pembicaraan dengan WBA untuk menjaga sabuk juara dunia tersebut tetap menjadi milik petinju berjuluk "Si Naga" itu.
"Saya akan membujuk supaya gelar ini akan kembali lagi pada Chris john," pungkas Tourino Tidar.
Sementara itu, Asisten Manejer Chris John, Tony Priatna, saat dihubungi detiksport melalui telepon tidak tahu menahu soal pencabutan gelar tersebut. Dia malah mengaku terkejut pertarungan tersebut batal lantaran kostum untuk pertandingan sudah dipesan.
"Aduh saya ngak tau tuh. Ini saya baru ngambil kostum dari tempat bordir untuk pertarungan besok," ungkap dia.
Chris John mendapatkan sabuk juara dunianya tahun 2003 lalu setelah menundukkan Oscar Leon di Bali. Setelah itu dia berturut-turut mempertahankan sabuk juaranya dengan mengalahkan Osamu Sato (menang angka), Jose Cheo Rojas (berakhir imbang), Derrick Gainer (menang angka), Tommy Browne (TKO), Juan Manuel Marquez (menang angka), Renan Acosta (menang angka), Jose Cheo Rojas (menang angka), Zaiki Takemoto (TKO) dan Roinet Caballero (TKO).
Hingga berita ini diturunkan, di situs resmi milik WBA Chris John masih dianggap sebagai juara dunia kelas bulu.
Minggu, 27 Juli 2008
Tarung Chris jhon Gagal lagi!
Pertandingan tinju dunia kelas bulu versi WBA antara juara bertahan Chris John dari Indonesia melawan Jackson Asiku dari Australia yang rencananya akan digelar di Jakarta, Minggu (27/7), dibatalkan setelah kedua petinju tidak melakukan timbang badan.
"Setelah kami tunggu hingga jam 6 petang ini, ternyata Asiku tidak datang sehingga saya nyatakan pertandingan ini kami batalkan," kata supervisor dari WBA, Alain Kim di Jakarta, Sabtu (26/7).
Bakal batalnya pertandingan untuk mempertahankan gelar ke-10 bagi Chris John itu sudah menampakkan tanda-tandanya ketika promotor untuk pertandingan tersebut Soeryo Goeritno, pihak RCTI yang menjadi stasiun TV yang bakal menyiarkan langsung pertandingan tersebut, dan juga manajer Chris John, Craig Christian berselisih faham mengenai kontrak pertandingan.
Sementara itu, Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Anton Sihombing mengatakan, tinju Indonesia sedang mengajukan permohonan agar pertandingan antara Chris John melawan Asiku itu tidak dibatalkan namun hanya cukup ditunda saja hingga November mendatang.
"Kami masih menunggu jawaban dari WBA tentang permohonan kami untuk bisa menjadikan pertandingan ini ditunda bukan dibatalkan," kata Anton Sihombing seusai pernyataan dari perwakilan WBA untuk Asia tersebut.
Rencana pertandingan itu sempat kisruh pada saat jumpa pers beberapa waktu lalu, dipicu gagalnya kesepakatan antara promotor dengan pihak manajemen Chris John yang sempat protes karena merasa uang muka bayaran yang mereka minta sejumlah 65 ribu dolar AS hanya diberi 45 ribu dolar AS oleh promotor.
Dua hari setelah itu, promotor beserta pihak RCTI saling menunjukkan kemampuan mereka menyediakan dana untuk bayaran tersebut. Akhirnya ada kabar bahwa manajer Chris John menyatakan petinjunya siap bertanding. Saat itu Jackson Asiku hadir pada acara tersebut, namun Chris John tidak muncul.
Sementara itu pada acara resmi timbang badan pada Sabtu ini, justru Asiku yang tidak muncul namun Chris John yang muncul namun tidak melakukan timbang badan. Akhirnya pihak perwakilan WBA menyatakan bahwa pertandingan kelas bulu tersebut dinyatakan batal.
Mundur sebagai promotor
Sedangkan promotor Soeryo Goeritno menyatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab terhadap kegagalan pertandingan tersebut. "Meski pertandingan ini batal tapi saya tetap akan bertanggung jawab kepada WBA, meski saya harus kehilangan uang banyak, saya serahkan uang fee ini untuk para offisial," kata Soeryo Goeritno.
"Saya saat ini juga menyatakan mundur sebagai promotor tinju ini," tambahnya.
Soeryo Goeritno yang menampakkan emosinya saat kegagalan pertandingan kelas bulu dunia WBA itu, bahkan sesumbar ingin mengambil alih posisi sebagai manajer Chris John. "Saya ingin jadi manajer Chris John, kalau perlu dia saya danai untuk mendapatkan pelatih tangguh, tidak perlu manajer asing bagi petinju Indonesia," ujarnya.
"Setelah kami tunggu hingga jam 6 petang ini, ternyata Asiku tidak datang sehingga saya nyatakan pertandingan ini kami batalkan," kata supervisor dari WBA, Alain Kim di Jakarta, Sabtu (26/7).
Bakal batalnya pertandingan untuk mempertahankan gelar ke-10 bagi Chris John itu sudah menampakkan tanda-tandanya ketika promotor untuk pertandingan tersebut Soeryo Goeritno, pihak RCTI yang menjadi stasiun TV yang bakal menyiarkan langsung pertandingan tersebut, dan juga manajer Chris John, Craig Christian berselisih faham mengenai kontrak pertandingan.
Sementara itu, Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Anton Sihombing mengatakan, tinju Indonesia sedang mengajukan permohonan agar pertandingan antara Chris John melawan Asiku itu tidak dibatalkan namun hanya cukup ditunda saja hingga November mendatang.
"Kami masih menunggu jawaban dari WBA tentang permohonan kami untuk bisa menjadikan pertandingan ini ditunda bukan dibatalkan," kata Anton Sihombing seusai pernyataan dari perwakilan WBA untuk Asia tersebut.
Rencana pertandingan itu sempat kisruh pada saat jumpa pers beberapa waktu lalu, dipicu gagalnya kesepakatan antara promotor dengan pihak manajemen Chris John yang sempat protes karena merasa uang muka bayaran yang mereka minta sejumlah 65 ribu dolar AS hanya diberi 45 ribu dolar AS oleh promotor.
Dua hari setelah itu, promotor beserta pihak RCTI saling menunjukkan kemampuan mereka menyediakan dana untuk bayaran tersebut. Akhirnya ada kabar bahwa manajer Chris John menyatakan petinjunya siap bertanding. Saat itu Jackson Asiku hadir pada acara tersebut, namun Chris John tidak muncul.
Sementara itu pada acara resmi timbang badan pada Sabtu ini, justru Asiku yang tidak muncul namun Chris John yang muncul namun tidak melakukan timbang badan. Akhirnya pihak perwakilan WBA menyatakan bahwa pertandingan kelas bulu tersebut dinyatakan batal.
Mundur sebagai promotor
Sedangkan promotor Soeryo Goeritno menyatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab terhadap kegagalan pertandingan tersebut. "Meski pertandingan ini batal tapi saya tetap akan bertanggung jawab kepada WBA, meski saya harus kehilangan uang banyak, saya serahkan uang fee ini untuk para offisial," kata Soeryo Goeritno.
"Saya saat ini juga menyatakan mundur sebagai promotor tinju ini," tambahnya.
Soeryo Goeritno yang menampakkan emosinya saat kegagalan pertandingan kelas bulu dunia WBA itu, bahkan sesumbar ingin mengambil alih posisi sebagai manajer Chris John. "Saya ingin jadi manajer Chris John, kalau perlu dia saya danai untuk mendapatkan pelatih tangguh, tidak perlu manajer asing bagi petinju Indonesia," ujarnya.
Kecelakaan, Mantan Atlet Balap Sepeda RI Koma di Brunei
Jakarta - Mantan atlet balap sepeda Indonesia, Puspita Mustika Adya, mengalami kecelakaan di Brunei Darussalam. Puspita kini dalam kondisi koma di ICU RS di kota Bandar Seri Begawan.
Puspita diduga tertabrak motor polisi Kerajaan Brunei dalam iringan latihan yang dilakukan atlet Brunei di Bandar Seri Begawan. "Peristiwanya tanggal 23 Juli lalu," ujar rekan Puspita, Murhananto saat dihubungi detiksport, Minggu (27/7/2008).
Murhananto mengaku mendapat kabar kecelakaan itu dari rekannya yang menjadi pelatih tim pencak silat Brunei. Hingga kini kabar kecelakaan ini belum tersiar ke media lokal Brunei. Murhananto dan rekan lainnya, Fajar Asikin pun mencoba untuk menyebar luaskan kabar ini dengan menghubungi kantor-kantor media massa di tanah air.
"Dia itu kan mantan atlet nasional bahkan pernah melatih timnas kita," ungkapnya.
Sementara itu ponsel milik istri Puspita, Desiyanti tidak aktif ketika dihubungi.
Puspita diduga tertabrak motor polisi Kerajaan Brunei dalam iringan latihan yang dilakukan atlet Brunei di Bandar Seri Begawan. "Peristiwanya tanggal 23 Juli lalu," ujar rekan Puspita, Murhananto saat dihubungi detiksport, Minggu (27/7/2008).
Murhananto mengaku mendapat kabar kecelakaan itu dari rekannya yang menjadi pelatih tim pencak silat Brunei. Hingga kini kabar kecelakaan ini belum tersiar ke media lokal Brunei. Murhananto dan rekan lainnya, Fajar Asikin pun mencoba untuk menyebar luaskan kabar ini dengan menghubungi kantor-kantor media massa di tanah air.
"Dia itu kan mantan atlet nasional bahkan pernah melatih timnas kita," ungkapnya.
Sementara itu ponsel milik istri Puspita, Desiyanti tidak aktif ketika dihubungi.
Rabu, 23 Juli 2008
Lorenzo Tambah Satu Tulang Patah

Barcelona - Cedera Jorge Lorenzo tampaknya lebih parah dari dugaan. Dengan tambahan satu tulang patah, dari semula dua, kaki kirinya harus digips selama sepuluh hari ke depan.
Tak lama selepas start di Laguna Seca, Senin (21/7/2008) dinihari WIB, Lorenzo sudah tersungkur. Dia terlempar dari motornya dan terpelanting sebelum terhempas di gravel.
Semula, diindikasikan kalau pembalap Yamaha itu mendapat patah tulang di bagian metatarsal ketiga dan kelima kaki kirinya. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lanjutan ternyata tulang metatarsal keempat di kaki kirinya juga ikut jadi korban.
Dengan cederanya tiga tulang metatarsal tersebut, kaki Lorenzo harus digips selama sepuluh hari. Setelah itu dia akan menjalani proses pemulihan guna mempersiapkan diri untuk tampil di Brno pada 17 Agustus mendatang.
"Saya cukup kesakitan dan marah, karena masalah baru ini menghambat kemajuan saya," keluh Lorenzo seperti dikabarkan Autosport, Selasa (22/7/2008).
Gips memang hanya akan melekat di kaki kirinya saja. Tapi juga mengaku kalau kaki kanannya turut terkena imbas setelah insiden di Laguna Seca, sehingga untuk berjalan pun dia kesulitan.
"Kaki kiri saya digips tapi saya nyaris tak bisa berjalan karena kaki kanan juga kesakitan akibat efek kecelakaan itu, kendati untungnya tak ada cedera (lebih serius). Bagusnya saya punya waktu pulih untuk tampil di Brno, pun meski itu artinya saya jadi tak punya waktu liburan," demikian dia.
Usai MotoGP AS, terbentang jeda libur musim panas selama empat pekan sebelum seri selanjutnya, MotoGP Republik Ceko, digelar.
Senin, 21 Juli 2008
TipsMemilih Sepatu Olahraga
Jangan bikin sepatu multifungsi.
Sepatu untuk jalan biasanya lebih keras/padat; sepatu untuk olahraga (lari) lebih fleksibel, dengan bantalan ekstra untuk meredam efek getaran. Untuk kedua aktivitas itu, belilah masing-masing sepasang.
Ukur kaki secara berkala.
Jangan dikira ukuran kaki tidak berubah setelah dewasa. Menurut penelitian, makin hari ukuran kaki seseorang bisa berubah. Cek ulang ukuran kaki Anda minimal dua kali setahun.
Beli setelah beraktivitas.
(Ukuran) Kaki bisa berkembang tergantung pada aktivitas. Usahakan membeli sepatu ketika kaki dirasakan sedang dalam ukuran terbesarnya.
Bawa kaos kaki.
Karena kaos kaki menyempurnakan kenyamanan memakai sepatu, bawa kaos kaki yang biasa Anda pakai sehingga sepatu yang dijajal di toko pas dengan yang akan Anda pergunakan.
Jangan langsung merasa enak.
Jangan langsung jatuh hati pada sepatu yang ingin Anda beli hanya dengan mencobanya di depan cermin. Pakai dulu berjalan atau berlari di sekitar toko biar betul-betul enak memakainya saat berolahraga.
Sesuaikan aturan ibu jari.
Perhatikan jarak ideal sepatu dengan ibu jari kaki, punggung kaki, dan tumit kaki. Kalau terlalu longgar tentu akan selip, tapi terlalu ketat juga bisa bikin lecet.
Money doesn't lie.
Kebutuhan dan anggaran setiap orang untuk membeli sepatu olahraga pasti berbeda-beda. Tapi percaya deh, barang yang harganya Rp 50 ribu tentu berbeda kualitasnya dengan yang Rp 500 ribu.
Perhatikan kapan harus mengganti.
Idealnya, sepatu olahraga sudah bisa diganti setelah dipakai sejauh 500-600 kilometer. Juga, jika sol bawah mulai tipis dan sepatu dirasa tak nyaman lagi, sudah saatnya Anda ke toko lagi.
Sepatu untuk jalan biasanya lebih keras/padat; sepatu untuk olahraga (lari) lebih fleksibel, dengan bantalan ekstra untuk meredam efek getaran. Untuk kedua aktivitas itu, belilah masing-masing sepasang.
Ukur kaki secara berkala.
Jangan dikira ukuran kaki tidak berubah setelah dewasa. Menurut penelitian, makin hari ukuran kaki seseorang bisa berubah. Cek ulang ukuran kaki Anda minimal dua kali setahun.
Beli setelah beraktivitas.
(Ukuran) Kaki bisa berkembang tergantung pada aktivitas. Usahakan membeli sepatu ketika kaki dirasakan sedang dalam ukuran terbesarnya.
Bawa kaos kaki.
Karena kaos kaki menyempurnakan kenyamanan memakai sepatu, bawa kaos kaki yang biasa Anda pakai sehingga sepatu yang dijajal di toko pas dengan yang akan Anda pergunakan.
Jangan langsung merasa enak.
Jangan langsung jatuh hati pada sepatu yang ingin Anda beli hanya dengan mencobanya di depan cermin. Pakai dulu berjalan atau berlari di sekitar toko biar betul-betul enak memakainya saat berolahraga.
Sesuaikan aturan ibu jari.
Perhatikan jarak ideal sepatu dengan ibu jari kaki, punggung kaki, dan tumit kaki. Kalau terlalu longgar tentu akan selip, tapi terlalu ketat juga bisa bikin lecet.
Money doesn't lie.
Kebutuhan dan anggaran setiap orang untuk membeli sepatu olahraga pasti berbeda-beda. Tapi percaya deh, barang yang harganya Rp 50 ribu tentu berbeda kualitasnya dengan yang Rp 500 ribu.
Perhatikan kapan harus mengganti.
Idealnya, sepatu olahraga sudah bisa diganti setelah dipakai sejauh 500-600 kilometer. Juga, jika sol bawah mulai tipis dan sepatu dirasa tak nyaman lagi, sudah saatnya Anda ke toko lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)